Basmi Berbagai Macam Hama pada Tanaman Padi

Basmi Berbagai Macam Hama pada Tanaman Padi

Panduan singkat & praktis untuk petani — termasuk gejala serangan dan cara pengendalian.



Padi adalah tanaman pangan utama yang rentan terhadap berbagai jenis hama. Di bawah ini dijelaskan hama-hama yang paling sering menyerang padi beserta tanda serangan dan cara-cara praktis untuk mengendalikannya secara ramah lingkungan dan efektif.



Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens)

Gejala: Daun menguning dan mengering dari pangkal ("hopper burn"). Tanaman mengering dan mati jika serangan berat.

Pengendalian:

  • Gunakan varietas tahan bila tersedia (contoh varietas unggul lokal).
  • Hindari penggunaan insektisida yang mematikan musuh alami secara berlebihan.
  • Lakukan pemantauan rutin dan aplikasikan insektisida selektif hanya bila ambang serang tercapai.


Tikus Sawah (Rattus argentiventer)

Gejala: Batang padi terpotong dekat pangkal, lubang di pematang, dan kehilangan bulir.

Pengendalian:

  • Lakukan gropyokan (penangkapan massal) sebelum atau setelah panen untuk menurunkan populasi.
  • Pasang bubu atau perangkap, dan bersihkan semak di sekitar sawah.
  • Pelihara predator alami seperti burung hantu untuk mengurangi populasi tikus secara alami..


Penggerek Batang (Scirpophaga incertulas)

Gejala: Daun bagian tengah menguning (beluk) dan malai bisa kosong (sundep).

Pengendalian:

  • Tanam serentak untuk memutus siklus hama.
  • Gunakan lampu perangkap untuk menangkap ngengat dewasa.
  • Jika perlu, gunakan insektisida sesuai anjuran pada ambang serang.


Keong Mas (Pomacea canaliculata)

Gejala: Tanaman muda hilang atau rusak; sering ditemukan telur warna merah muda di dekat sawah.

Pengendalian:

  • Ambil keong dan telur secara manual pada pagi atau sore hari.
  • Gunakan perangkap umpan daun untuk menjebak keong.
  • Pasang pagar jaring pada saluran air untuk mencegah masuknya keong.


Ulat Grayak (Spodoptera litura)

Gejala: Daun berlubang besar atau habis karena dimakan ulat.

Pengendalian:

  • Manfaatkan musuh alami seperti laba-laba dan kepik.
  • Gunakan perangkap feromon untuk pemantauan.
  • Pertimbangkan insektisida hayati seperti Bacillus thuringiensis (Bt) bila serangan berat.


Walang Sangit (Leptocorisa oratorius)

Gejala: Bulir menjadi hampa/cokelat, menurunnya kualitas gabah.

Pengendalian:

  • Membersihkan gulma di sekitar sawah untuk mengurangi habitat walang.
  • Gunakan jaring atau tanaman penghalang untuk mengurangi serangan.
  • Lakukan aplikasi insektisida bila populasi sangat tinggi dan merugikan.
Gambar: walang sangit (placeholder).
Catatan PHT: Pengendalian hama sebaiknya dilakukan dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT): pencegahan, pemantauan, penggunaan varietas tahan, konservasi musuh alami, dan penggunaan kimiawi secara selektif bila perlu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Semai Padi yang Baik dan Benar

Tulang Punggung Kehidupan dan Perekonomian